Ma Vie

Jika air mata tak cukup lagi menceritakan derita, maka Teriaklah !! Atau tikamlah kata-kata, lalu kumpulkan cecerannya ke dalam kertas-kertas. Biarkan angin berhembus menerbangkannya dan alam raya membacanya , agar ikut berbela sungkawa atas meninggalnya sebuah cerita cinta .

Ma photo
Nom :
Lieu : Jakarta, Selatan, Indonesia

Je suis la belle femme dans sans regret et j'adore les beau hommes :))

lundi, février 06, 2006

Manusia Seperti Dewa (...???)

2006.02.06 ; 12.47

"Ga ada manusia yang seperti Dewa!!!"

Kalimat itu entah kenapa belakangan ini terus terngiang dan berputar-putar di kepala gw. Gw percaya kok. Tapi waktu itu gw percaya karena menurut keyakinan gw, dewa itu emang ga ada.
Kalo dia gak harus duduk disana sebagai pembela, apakah kalimat itu tetap akan terucap...??

Setelah gw buat list, hanya satu kalimat 'slank' yang menurut gw lumayan tepat untuk menyederhanakan that magic words...yaitu bahwa "ketulusan emang gak pernah ada dalam kamus manusia normal di Jakarta".

Heiyyaaa...kok masih tetep nyelekit yah??--- Jakarta nich?!--- Nggg...Jakarta doeloe deeeh. Yang ngomong kan orang Jakarta, jadi mungkin----mungkiiiiiiinn looh...referensinya Jakarta's area doang.

Semua cinta harus berbalas, dan segala kebaikan idealnya mendapat reward. Namun sebaiknya latihlah dirimu untuk menghadapi harapan yang berakhir dengan kebohongan, dan jangan pernah berharap ga ada orang munafik di dunia ini. Yupe! Inti pemahaman yang wajib gw pelajari itu terbungkus rapi dalam satu ungkapan ajaib tadi. At least itu praduga... eeeh pascaduga gw yang tentunyaaaaaaa...sehubungan dengan rangkaian kejadian pencetus kalimat tadi. Hmm --- i c i c i c...yayaya...

Well, pelajararan tentang kejujuran yang menyakitkan.

Sebenarnya apa bener gak ada orang tulus di dunia ini? Yah, berhubung yang ngomong lebih tua, gw percaya aja jadinya… karena udah jelas dia yang lebih lama wara wiri di dunia ketimbang gw... Tapi apa iya gw sudah cukup dewasa untuk diberi kenyataan hidup yang seperti itu? Soalnya jangankan menghadapi salah satunya, mendengar poin2 tersebut aja rasanya nyesek!! Untungnya gw barusan banget denger 'yang begituan'. Soalnya kalo ngurang2in 5 tauuun aja dari usia gw sekarang, tanpa 'basic' yang kuat, gw yakin kalimat tersebut dapat menyuburkan akal picik dan melahirkan sifat pesimis dalam diri seorang victim of circumstances --like me, untuk kembali bertatapan dengan dunia.


Gw coba rekatkan potongan2 hati gw dengan kasih sayang yang tersisa. Tapi hati gw gak bisa utuh bak sediakala…ada beberapa cukilan yang hilang, termakan oleh sekelumit ungkapan tadi.

Links to this post:

Créer un lien

<< Home